Inilah Strategi Menkeu Agar Indonesia Terhindar Dari Resesi 2020

Pemerintahan pun telah menggunakan semua instrument untuk memulihkan perekonomian, terlebih pada kuartal III tahun 2020 yang merupakan kunci agar terhindar dari resesi. Sehingga, dibutuhkan strategi percepatan penyerapan untuk pertumbuhan ekonomi Negara. 

Menuru informasi yang didapat, Menkeu telah menyiap 3 strategi percepatan yang diantaranya adalah akselerasi eksekusi PEN, memperkuat konsumsi Pemerintah, dan memperkuat konsumsi masyarakat dalam mengoptimalkan peran belanja pemerintah. Hal tersebut langsung disampaikan oleh Menkeu (Menteri keuangan) Sri Mulyani Indrawati dalam Rapat Kerja komisi XI DPR, dengan Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (Ketua DK OJK), serta ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (Ketua DK LPS) dalam agenda Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). 

“Strategi percepatan penyerapan untuk kuartal ketiga ini menjadi sangat kunci agar kita bisa mengurangi kontraksi ekonomi atau bahkan diharapkan bisa menghindari dari technical ressesion yaitu dua kuartal negatif berturut-turut meskipun kalau dilihat di kuartal kedua, kontraksi di bidang konsumsi dan investasi cukup menantang untuk memulihkan memang dibutuhkan kerja all out oleh semua pihak,” kata Menkeu Sri Mulyani. 

Untuk program PEN sendiri sudah disediakan existing, serta memiliki alokasi DIPA yang dapat mempercepat penyerapan dan ketepatan sasaran agar bisa diperbaiki pada penyaluran tahap berikutnya. Lain halnya dengan program ulasan baru yang tidak didukug dengan data valid, sehingga membutuhkan perubahan regulasi yang rumit untuk penguatan program existing yang implementatif. 

“Untuk akselerasi dari program existing terus dilakuukan percepatan dan tentu karena banyak program mencapai sampai Desember memang ada yang pencairannya per bulan seperti bansos,” tambah Sri Mulyani. 

Disamping itu, Menkeu juga membahas soal pembayaran THR gaji ke-13 yang jumlahnya lebih sedikit. “Untuk berbagai belanja pemerintah baik belanja pegawai yang dimana pembayaran THR gaji ke-13 sudah direalisasi meskipun jumlahnya lebih sedikit karena tidak termasuk tukin. Untuk belanja barang mungkin ini yang paling menantang karena banyak belanja barang dari K/L adalah dalam bentuk travelling atau perjalanan dinas dan event-event yang sekarang mungkin tidak bisa dilaksanakan melalui kegiatan belanja barang dengan adanya work from home (WFH),” tutupnya.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*